in

AirNav Balikpapan Layani Pergerakan 26 Pesawat Per Jam

AirNav Cabang Balikpapan dalam satu jam melayani pergerakan 26 pesawat di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan.

Businesstoday.id, Balikpapan – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/AirNav Indonesia) Cabang Balikpapan dalam satu jam melayani pergerakan 26 pesawat di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan.

“Mengenai kapasitas, ruang peningkatannya masih banyak. Jadi kalau penerbangan terus bertambah, kami sudah siap,” kata Manager Humas AirNav Indonesia Yohanes Sirait kepada pers di Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (2/12/2018).

Dikatakan, lalu lintas pesawat di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yang memiliki kapasitas 5-15 juta penumpang per tahun dianggap masih dalam tingkat sedang.

AirNav menilai jumlah ini belum maksimal sehingga masih memungkinkan menambah pergerakan pesawat dari 206 per hari menjadi 400 per hari.

Dalam setahun terakhir, AirNav Cabang Balikpapan melayani sekitar 270 ribu pergerakan pesawat di langit Kaltim.

AirNav Cabang Balikpapan, katanya, dinilai sanggup melayani pergerakan pesawat di bandara itu apalagi setelah memiliki Menara Air Traffic Controller (Menara ATC) baru yang rencananya diharapkan akan dioperasikan Desember 2018 menggantikan menara lama.

Keberadaan menara ATC Baru di Bandara SAMS Sepinggan, juga untuk mengantisipasi rencana menggabungkan ruang udara di sekitar wilayah itu.

Rencananya AirNav Cabang Balikpapan akan menggabungkan ruang udara di wilayah Banjarmasin (Kalsel), Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah), Tarakan (Kaltara), Samarinda dan Berau yang ketinggiannya di bawah 24.500 kaki.

“Ini merupakan bagian dari perencanaan klasterisasi ruang udara dan nanti semua akan dikontrol dari Balikpapan. Ini pertimbangan efisiensi,” jelasnya.

Sejak dioperasikan terminal baru Bandara Internasional SAMS Sepinggan September 2014, jarak pandang petugas ATC AirNav Cabang Balikpapan sedikit terganggu, karena ada sedikit area parkir pesawat yang tidak dapat dilihat dari menara.

Petugas di menara tidak dapat melihat secara langsung seluruh area udara di Bandara karena menara yang berdiri sekitar 30 tahun itu hanya memiliki tinggi 25 meter. Sementara terminal baru Bandara SAMS Sepinggan yang terdiri dari empat lantai, tingginya hampir 30 meter.

AirNav Cabang Balikpapan kemudian memasang CCTV yang dipantau dari empat monitor di ruang ATC. Sehingga petugas ATC melihat seluruh pergerakan pesawat di sisi udara dari bantuan rekaman kamera pengawas (closed circuit television/CCTV).

Meskipun tidak mengurangi kualitas standar pelayanan navigasi, namun hal itu berdampak pada efektivitas kerja petugas.

“Karena itu kami membangun menara baru, sebab layanan navigasi harus seirama dengan pembangunan bandara. Terminalnya sudah baru dan modern, tentu menaranya juga harus menyesuaikan dan mengantisipasi pertumbuhan ke depan,” kata Yohanes.

AirNav Indonesia kemudian membangun tower baru setinggi 53,6 meter, dua kali lipat dari tinggi tower sebelumnya. Dengan konstruksi beton, tower baru terlihat futuristis yang terdiri dari sembilan lantai.

Tower baru AirNav Cabang Balikpapan itu memiliki jangkauan pandangan yang lebih bebas, tidak terhalang bangunan di sekitarnya.

Sekarang semua sisi udara Bandara Balikpapan terlihat dari menara. Bahkan kalau nanti terminal akan dikembangkan bahkan bila landas pacu ditambah, menara baru ini sudah bisa mengantisipasi. (ahm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *