in

Pramuka: Kisah Kak Zarkasih & Palestina

Kak Zarkasih memberikan bantuan kepada anak-anak Palestina

BUSINESSTODAY, Jakarta: Kwartir Nasional Gerakan Pramuka yang diwakili oleh Kak Zarkasih dan kak Eko, mendistribusikan bantuan kepada para pengungsi Palestina dan Suriah senilai Rp1 miliar. Kenangan Kak Zarkasih begitu berkesan bagi anak-anak Palestina.

Bantuan yang didistribusikan tersebut di antaranya berasal dari Darrut Tauhid Peduli, yang ikut ke Jordan dan diwakili oleh Hendra Irawan, direktur marketing komunikasi. Dalam pendistribusiannya, Pramuka dibantu KBRI Amman Yordania dan HPMI (Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) di Yordania.

Distribusi dibagi dalam tahan sbb:

Pertama, untuk pengungsian Suriah di provinsi Mafraq Yordania,  yaitu di Masrouf dan Huwaizah.

Kedua, di pengungsian Provinsi Zarqo.

Ketiga, di pengungsian Palestina di Provinsi Jerash, dan Gaza.

Keempat, pengungsian Palestina di sekolah penampungan UNRWA, di kota Amman.

Menurut siaran pers Pramuka, jenis bantuan yang diberikan berupa 1 unit ambulans (mobil klinik) untuk para pengungsi Palestina, paket bantuan musim dingin berupa selimut dan lain-lain untuk 100 keluarga, 100 paket perlengkapan sekolah untuk anak-anak, dan bantuan obat-obatan.

Paket bantuan makanan untuk 550 keluarga pengungsi Palestina dan Suriah sebanyak 1 ton berupa beras, gula, garam, minyak goreng, keju, susu, teh, mie instan, roti, coklat, biskuit, tepung gandum, kacang-kacangan. “Nilai total bantuan lebih dari Rp1 miliar,” kata Zarkasih anak Betawi yang berkarir di kepolisian itu.

Kak Zarkasih adalah anak Betawi yang aktif di Pramuka. Ia juga pernah sebagai pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi dan memiliki perguruan silat di Kwitang, Jakarta Pusat. Seperti anak Betawi lainnya, Kak Zarkasih juga mengamalkan ilmu 3S yaitu shalat, silat, sekolah.

LIBATKAN LSM

Kedutaan Besar RI untuk Jordan dan Palestina ikut meringankan beban para pengungsi ini, dengan melibatkan LSM Indonesia yang ingin membantu negara Jordania dan UNRWA dalam menanggulangi permasalahan pengungsi Palestina di Jordan, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Yordania saat ini menjadi rumah bagi 4 juta pengungsi Palestina dan Suriah yang terpaksa meninggalkan tanah kelahiran mereka.

Sedikitnya 120.000 pengungsi Palestina dari Suriah telah melarikan diri dari negara Suriah, termasuk sekitar 17.000 ke Yordania. Kamp pengungsi Palestina di al-Buq’ah, terletak di Barat Laut ibu kota Yordania, Amman, sekitar 22 km ini, jadi sebagai kamp pengungsian terbesar sepanjang sejarah untuk pengungsi Palestina yang berada di luar negara mereka.

Banyak pengungsi di Yordania menghadapi bahaya dan eksistensi terpinggirkan karena status hukumnya yang tidak pasti dan mekanisme perlindungan sosial yang terbatas, membuatnya sangat bergantung pada UNRWA untuk kebutuhan dasar mereka.

Pada 30 Januari 2018 negara Yordania mendesak masyarakat internasional agar mendukung seruannya untuk memperoleh dana US$7 miliar dari 2018 sampai 2020 guna membantu menangani krisis pengungsi Paalestina/Suriah di kerajaan tersebut.

Dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Imigrasi Swedia Helene Fritzon, Menteri Perencanaan dan Kerja Sama Internasional Yordania Imad Fakhoury mendesak negara donor agar mendukung seruan tersebut, yang secara resmi dikeluarkan oleh Yordania pekan ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *