SMCB Tetap Pakai Merek Dagang Holcim hingga Januari 2020

0
65
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) akan tetap menggunakan merek dagang Holcim hingga akhir Januari 2020.

Businesstoday.id, Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) akan tetap menggunakan merek dagang Holcim hingga akhir Januari 2020. Pascaakuisisi oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk perusahaan diperkenankan menggunakan merek dagang tersebut.

“Sesuai dengan perjanjian kita dengan Semen Indonesia, kita masih masih bisa pakai nama Holcim sampai akhir Januari 2020,” ujar Presiden Direktur Solusi Bangun Indonesia, Aulia Mulki Oemar dalam konferensi pers di Hotel Sheraton, Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Juni 2019.

Menurut Aulia, perusahaan kini tengah menyusun strategi perubahan nama. Maklum, Holcim dinilai sebagai merek dagang yang sudah melekat di mata publik.

“Strategi rebranding-nya Holcim itu tentang inovasinya, itu yang kita jaga. Kemudian kedekatan kita ke pelanggan. Dua hal itu harus dipegang,” tegas dia.

Selain me-rebranding, perusahaan juga penting untuk menjaga ketersediaan produk di pasar.

“Menurut kami itu sama pentingnya juga dengan rebranding itu sendiri,” tutur dia.

Kinerja keuangan perusahaan hingga tiga bulan pertama tahun ini mengalami perbaikan. Tingkat kerugian berhasil ditekan sebesar 63 persen, dari Rp332 miliar di 2018 menjadi hanya Rp123 miliar.

“Alhamdulillah kinerja keuangan kita relatif cukup bagus karena beban-beban menurun signifikan, sehingga kita berhasil menurunkan tingkat kerugian kita hingga 63 persen,” jelas Aulia.

Pendapatan emiten berkode SMCB hingga kuartal I-2019 itu sebesar Rp2,20 triliun, turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan membukukan pendapatan sebanyak Rp2,18 triliun. Sementara posisi utang perseroan hingga Mei 2019 sebanyak Rp9 triliun.

Sedangkan volume penjualan dari Januari sampai Mei 2019 tercatat turun 2,85 persen dibandingkan dengan pencapaian periode sama 2018, dari 4,04 juta ton menjadi 3,92 juta ton. “Kinerja kita membaik meskipun market (industri semen) masih dalam tekanan,” pungkas dia. (*)



Redaksi Businesstoday.id (Business Today Media) menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksibusinesstoday@gmail.com, dan redaksi@businesstoday.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here