ADB : Pasar Obligasi ASEAN+3 Lebih Berkembang dari Sebelumnya

0
89
Konferensi pers yang diadakan pada hari kedua Pertemuan Tahunan ke-52 Dewan Gubernur ADB di Nadi, Fiji, (2/5/2019).

Businesstoday.id, Fiji – Sepuluh negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara plus Republik Rakyat China (RRC), Jepang, dan Republik Korea (ASEAN + 3) kini berada di posisi yang lebih baik daripada sebelumnya, untuk menahan krisis likuiditas global mengingat perkembangan stabil pasar obligasi mata uang lokal di kawasan ini selama 20 tahun terakhir, para ahli dari Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan.

Saat ini ada sekitar 12,7 triliun obligasi mata uang lokal di kawasan itu, mendekati jumlah obligasi berdenominasi euro yang diterbitkan di kawasan euro yang jauh lebih lama, menurut publikasi ADB terbaru, Good Practices For Developing a Local Currency Bond Market – Lessons from the ASEAN+3 Asian Bond Markets Initiative, yang dirilis pada Kamis (2/5/2019).

“Pertumbuhan pasar-pasar obligasi mata uang lokal berarti perusahaan dapat memperoleh pendanaan mata uang lokal untuk jangka waktu yang lebih lama, menghindari ketidaksesuaian mata uang dan jatuh tempo yang memperburuk krisis keuangan Asia,” kata Kepala Ekonom ADB, Yasuyuki Sawada.

Setelah krisis keuangan Asia 1997-1998, negara-negara ASEAN + 3 berjanji untuk bekerja sama mengembangkan pasar obligasi lokal mereka, sehingga peminjam dapat menghindari keharusan untuk mengumpulkan dana di luar negeri.

Sejak Desember 2002, Inisiatif Pasar Obligasi Asia ASEAN + 3, didukung oleh ADB, telah menempatkan infrastruktur pasar obligasi termasuk fasilitas penjaminan kredit yang dilembagakan, platform informasi pasar obligasi terpusat, kerangka kerja penerbitan obligasi lintas batas yang terstandarisasi, dan hubungan sistem pembayaran dan penyelesaian lintas batas.

Publikasi mencatat bahwa Indonesia dan Thailand telah melakukan upaya bersama untuk mengembangkan pasar mereka, termasuk pembentukan kapasitas manajemen utang publik yang kuat. Republik Korea dan Malaysia telah mengembangkan pasar obligasi yang dalam dan seimbang antara segmen pemerintah dan korporasi. Pasar obligasi mata uang lokal RRC telah menjadi salah satu yang terbesar di dunia dan masih memiliki ruang untuk tumbuh.

ASEAN terdiri dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Republik Demokratik Rakyat Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

ADB berkomitmen untuk mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sembari mempertahankan upayanya untuk memberantas kemiskinan ekstrem. Pada 2018, ADB membuat komitmen pinjaman baru dan hibah sebesar 21,6 miliar miliar dolar AS. (pep)



Redaksi Businesstoday.id (Business Today Media) menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksibusinesstoday@gmail.com, dan redaksi@businesstoday.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here