Petani Boyolali Protes karena Sulit Mendapatkan Solar

0
64
Puluhan petani dengan membawa alat-alat mesin pertanian seperti traktor atau alat pembajak sawah dan perontok padi mendatangi SPBU Karangduren Sawit Boyolali.

Businesstoday.id, Boyolali – Puluhan petani penyedia jasa penyewaan alat mesin pertanian Desa Karangduren Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali, melakukan protes ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setempat, Senin (28/1/2019), karena kesulitan mendapatkan solar.

Puluhan petani dengan membawa alat-alat mesin pertanian seperti traktor atau alat pembajak sawah dan perontok padi mendatangi SPBU Karangduren Sawit Boyolali, meminta kejelasan manajemen SPBU Karangduren, karena sudah hampir sepekan ini, tidak bisa bekerja akibat kesulitan mendapatkan solar.

Menurut Warjio (58), salah satu petani asal Desa Karangduren, para petani sudah sepekan ini kesulitan mendapatkan BBM jenis solar untuk mengoperasikan alat mesin pertanian. Sementara, permintaan untuk pembajakan sawah musim tanam saat ini, cukup tinggi.

“Kami hampir setiap hari menerima pesanan jasa membajak sawah milik petani. Namun, petani kesulitan untuk mendapatkan solar sehingga kami tidak bisa bekerja,” katanya.

Warjio mengaku dirinya rata-rata minimal membutuhkan 8-9 liter solar untuk pengoperasikan mesin pertaniannya. Namun, Petugas SPBU menyatakan tidak melayani pembelian solar dari petani dalam jumlah berapapun.

Kondisi ini, kata dia, memaksa para petani penggarap yang sudah menebar benih di sawah tidak bisa bercocok tanam karena lahan belum siap. Dampaknya beberapa sawah harus tertunda pengerjaannya padahal sudah musim tanam.

Kepala Desa Karangduren Kecamatan Sawit, Hariyanto mengatakan sempat terjadi kesalahpahaman antara petani pembajak sawah dengan petugas SPBU. Pembajak sawah yang ingin membeli solar wajib membawa surat pengantar asal desa tetap tidak dilayani.

Namun, pihaknya bersama para petani kemudian melakukan dialog agar dapat kembali membeli solar di SPBU itu.

Romadhon salah stau pengawas SPBU Karangduren, mengatakan, pihaknya tidak melayani pembelian solar untuk petani, karena ada pemeriksaan dari BPK RI.

“Kami selama pemeriksaan itu, tidak berani memberikan BBM untuk petani,” kata Romadhon.

Namun, setelah adanya aksi tersebut dilakukan dialog dengan pimpinan, kemudian diputuskan SPBU dapat melayani pembelian solar untuk petani dengan syarat surat rekomendasi dari pihak desa atau kelurahan setempat. Petani diizinkan membeli solar untuk membajak sawah maksimal 40 liter per hari. (bdm)



Redaksi Businesstoday.id (Business Today Media) menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksibusinesstoday@gmail.com, dan redaksi@businesstoday.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here